Peran PBI dalam DIES NATALIS

Lomba bazar memberikan percikan yang berbeda dari dies natalis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun (UKWMS-KM) yang ke-59. Perayaan dies natalis sudah menjadi hal yang lumrah di UKWMS-KM, dimeriahkan dengan adanya beberapa perlombaan khas seperti lomba tari, lomba band, lomba jalan kreasi, dan lomba bazar. Dengan diadakannya lomba bazar membawa sesuatu yang berbeda dari dies natalis tahun ini. Lomba bazar menjadi sesuatu yang khas pada dies natalis tahun ini, karena baru tahun inilah lomba bazar diadakan. Lomba bazarpun mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari mahasiswa, dosen, dan karyawan.

Lomba bazar kali ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari tiap program studi, salah satunya perwakilan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Prodi-PBI). Ovi, Ericha, dan Bucang adalah mahasiswa yang mewakili Prodi PBI. Mahasiswa dari masing-masing prodi diminta untuk menghias lapak bazar mereka seunik dan semenarik mungkin. Pada lomba bazar ini lapak Prodi PBI dihias dengan gaya perpaduan kain-kain tradisional khas Indonesia, seperti kain jarik, ulos, kain dengan motif khas Kalimantan dan NTT.

Dalam lomba bazar ini tiap lapak tampak menjual kuliner sedap buatan mahasiswa dan juga promosi produk unggulan dari program studi masing-masing. Prodi PBI menampilkan jajanan buatan sendiri pada lapak bazar mereka seperti donat kentang, asinan manga, dan Es Kopyor Selain itu, terdapat hal unik yang menjadi perbedaan lapak Prodi PBI dan lapak prodi lainnya, yaitu menampilkan buku-buku hasil karya dosen dan mahasiswa seperti buku Kosakata dan buku kumpulan cerpen Kembang Turi Yu Srini. Berkat keunikan itu pulalah Prodi PBI berhasil meraih juara II pada lomba bazar tahun ini. Dengan adanya lomba bazar ini kemampuan kewirausahaan mahasiswapun dapat terlatih dan menjadikan mahasiswa lebih siap untuk membangun ekonomi Indonesia dan menjadikan mahasiswa lebih mandiri untuk kedepannya, itulah yang diungkapkan Henry Adi Nugroho salah satu mahasiswa Unika Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun. (Fransiska Ericha, Emanuel Haridastian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *